Assalamualaikum!
Hai!
Kenalin, gue Frida, yang sekarang sedang menempuh pendidikan S1 di Kedokteran Gigi, (alhamdulillah), nama panjang sekarang udah makin panjang, (alhamdulillah) salah satu goals udah tercapai...alhamdulillah udah Sarjana (belum resmi sih, tapi ya teteup lah ya)...
..................................................................................................................................................................
Udah kaya bragging banget belum perkenalan di atas?
Sebenarnya, itu bukan ke show off sih...tapi lebih kepada, refleksi diri gue....
Kenapa refleksi?(loh, kan udah Sarjana? bagus donggg)
Tunggu dulu...
karena, hari ini, tamparan keras baru saja mengarah ke muka gue..yang mengharuskan gue untuk mengambil cermin, dan mengheningkan cipta, membawa diri ini ke 3,5 tahun ke belakang, kenapa gue pilih jurusan dan kampus ini, dan kenapa gue harus stick di jalan ini.
Cermin itu juga nunjukkin kalau ilmu itu seperti air laut yang tampak dangkal padahal setelah lo menyelam, ternyata jauh lebih dalam.
Nah, cermin itu baru muncul ke permukaan setelah hari ini tanggal 18/12, gue ikut kelas integrasi. ((well maybe, cermin itu udah lama mengapung, cuma gue nya aja yang sadar-sadar. (or pretending not to))).
Long story short, kelas itu menunjukkan seberapa ceteknya ilmu yang gue miliki, yang seharusnya udah sangat gue kuasai sejak semester 3 lalu. Sumpah, lo tau gak rasanya, semisal lo di tengah jalan rame, tapi lo diem, bengong, pikiran lo lagi all over the place, ga siap secara batin dan mental, trus tiba-tiba ada orang yang nonjok lo dengan alasan yang jelas, yaitu karena lo bengong di tengah jalan! Ibarat you did something very stupid and reckless so you need to be saved by a big hell of a punch. Yah, semacam penyelamatan diri, tapi "agak kasar", tapi emang harus begitu biar lo bener-bener melek.
Trus kelas itu juga jadi semacam gambaran, bahwa lo ber-title belum tentu lo udah jadi segalanya.. dan yang terpenting, belum tentu lo udah jadi empu nya.
Malu?Udah pasti, terutama malu sama diri sendiri. Emang mungkin buat orang hal ini sepele dan sangat wajar, (kalau mau kasih pembelaan sih) karena belajar cuma 1 semester yang notabene itu udah 2 tahun lalu, dan baru di-review lagi setelah ilmu-ilmu klinis lain mengontaminasi, tapi kok gue merasa harusnya pernyataan itu dibalikin lagi ke gue jadi..."kok dalam jangka waktu 2 tahun udah lupa?", "Ilmu itu kan harusnya diintegrasikan, seharusnya lebih memudahkan, kok ini malah sebaliknya?" atau "emang sih cuma 1 semester, tapi itu udah ditambah praktik kok, seharusnya ilmunya udah sangat nempel, ditambah lagi setiap semester selalu dapet libur panjang..."
Pertanyaan-pertanyaan itu justru lebih masuk di akal dibanding pernyataan yang sebelumnya. Jelas, dari rumusan itu, gue bukan berhipotesis lagi tapi udah langsung menyimpulkan bahwa, letak kesalahan adalah pada diri gue... di saat gue akan menghadapi pasien dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan ini...
Well,
Tapi gue udah berniat sih, untuk memperbaiki diri gue buat kedepannya (sekalian sebagai aktualisasi resolusi tahun depan), at least I just don't want to risk my patients in the future.....
Yaaa Mohon doanya ya semua, siapapun yang baca, yang kenal maupun yang ga kenal :)
If you guys know me personally, mungkin tahu, gue bukan tipe orang yang suka berbagi kehidupan pribadi gue ke ranah publik (red: Social media), maksud gue yang bener-bener every minute posting gue dimana, ngapain sama siapa, intinya gue tahu dimana batasan gue harus membaginya dan meng-keep buat diri gue aja...termasuk hal yang berkaitan dengan akademis gue gini, tapi postingan ini purely, gue tujukkan buat siapapun yang sedang malas, lelah, letih, dan belum menyadari ada cermin terapung di sekitarnya, sebagai sumber pembelajaran dan motivasi diri kita.
So everytime I'm here, gue bakal inget bahwa gue gaboleh dapet tamparan kedua, yang pastinya lebih keras dari tamparan pertama.
Jadi takeaways nya adalah
1. Don't postpone any of your assignments, get yo butts move a bit!
1. Don't postpone any of your assignments, get yo butts move a bit!
2. Perhitungkan waktu lo sebaik mungkin!
3. I promise I'll do the best I can for my patients and my parents
4. Don't hurt your face with your own hands or moreover someone else's hands.
