Rabu, 17 Desember 2014

Dari Pada Bosan

Assalamualaikum.
Hai hai
aku sedang UAS nih..
iya
trus bosen kan
banyak banget materinya
jadi nyampah bentar deh disini
Hehe

Sabtu, 14 Juni 2014

Ini Bukan Puisi

Pernahkah kau menginginkan sesuatu namun itu tak juga menjadi kenyataan?
Bahkan seluruh energi telah kau keluarkan demi merasakan indahnya harapan itu, walaupun hanya sebuah bayangan semu
Pernahkah kau merasa kau tak berguna lagi karena gagal mewujudkannya?
Ini bukan puisi...
Ini hanya ungkapan hati yang tak bisa terucap lewat lisan, terpendam, dan terkunci

Kau ukir semua yang kau ingin dalam buku bertuliskan "Impian"
Tapi satu persatu yang kau tulis berakhir "Gagal"
Sekalipun ada yang "Berhasil" kau mulai merasa kau bisa, tapi itu ada di nomor 100/100

Pernahkah kau merasa ingin saja kau kembali ke dunia yang menjadikan mu seorang yang dihormati, dikagumi, atau setidaknya 'diperhatikan'?
Pernahkan kau merasa orang lain hanya menginginkanmu saat di atas?

Aku pernah...
Kau tak sendiri...

Gagal, jujur saja aku tidak benci kata itu, tapi aku benci maknanya dan apa yang telah mempengaruhiku
Hampir saja aku membuat diriku orang paling hina di dunia karena kebodohanku terus meratapinya
...............................................................................................................................................................

Namun sekumpulan badan bernyawa merubah hidupku
Merubah presepsi ku terhadap kata "Gagal"
Mengingatkan pada ku hidup ku akan terus mengikuti kata itu jika ku tak bisa melupakannya
Mengingatkan bahwa semua orang juga merasakannya, walau dalam situasi berbeda
Mengingatkan bahwa kau punya hal lebih berharga yang bisa dilakukan bahkan bisa menyulap kata Gagal menjadi Sukses
Ya...
Tuhan..
Orang Tua...
Sahabat..
 Mereka lah pengubah jalan pikiran ku

Mereka telah menjadi bagian dari motivasi ku
Untuk itu aku berjanji pada siapapun itu..
Aku akan berbalas budi dan membuktikan pada dunia
Aku ada
Aku berguna
Aku bisa
dan yang terpenting aku akan membuktikan
bahwa .............

AKU SUKSES DAN BERHASIL

Rabu, 23 April 2014

Mayat Hidup, Aku Gila?
karya: Frida Avianing Isnanda Saragih

Langkah kaki menghujam jantungku
Sukar terdengar embun pagi menetes indah memadu pagi mendung itu
Gelap ..
Gelap..
Tak elok, hitam kelam,  ku tak suka

Dingin, mereka bilang
Menawan, mereka sebut
Sejuk, mereka rasakan
Panas, untukku
Kelam bagiku
Tak kuat ku haturkan lagi kata-kata dalam benakku

Ku ingin teriak saja
Kotak hitam tak bermakna mengurungku dengan sengaja
Tak rela ia lepaskanku dari genggamannya
Borgol kuat melekat erat seperti tak mau kehilangan mangsa

Apa salahku?
Sebut saja diriku gila
Aku memang gila
Berjuta-juta air jatuh dari mata
Ku buang sia-sia demi seonggok daging hidup tak bersua
Aku gila
Tak hiraukan hiruk pikuk mayat hidup berjalan dihadapanku
Apakah aku hina
atau aku sama seperti mereka?
Mayat Hidup

Mayat Hidup..
Bukan, aku bukan mereka
Aku ini mulia
Aku memang gila tetapi aku bukan mereka
Mereka hina
Aku tidak
Aku bersih
Hanya gila

Aku apa?
Tak ada yang bisa menjawab
Diam, hening, mulut terkunci
Mayat Hidup
Kalian memang mayat hidup

Awan hitam kelam tampak hebat diam di singgasananya
Tertawa lepas menatap hamba Tuhan meraung kesakitan
Terkutuklah
Lenyaplah

Musnahlah kau semua
Hanyutlah kau bersama sampah-sampah yang tak lebih berdosa
Kau tak pernah mendengar
Hanya mengejar
Mengejar kegelapan

Teriakku lagi
Berikan Cahaya
Berikan Cahaya Ajaibmu

Mayat hidup, apa kau sekuat itu?
Senjata apa yang kau gunakan?
Bolehkah ku tau?
Aku semakin gila
Aku berbicara padamu
Aku semakin gila

Hilang arah, mata kosong
Tolong aku
Aku mohon Sang Hebat
Banyak pedang sudah tertancap dalam dan melukai tubuhku
Ataukah memang benar aku sudah hina?
Darah bahkan tak terpancar
Hanya mengalir lembut melewati pori-pori ini


Aku benar-benar terpenjara
Mata memerah, Wajah pun tak luput memerah
Rasanya tak adil
Aku yang lebih mulia, oh Sang Mulia
Tapi mengapa mereka yang Kau biarkan menguasai hidupku?
Hingga ku tak tahu harus bagaimana

Tapi sekarang ku tahu, Aku benar-benar gila
Hingga sampai waktunya tiba.
Ku melihat bibirku tersenyum bahagia
Ku melihat pelangi kembali menghiasi langit
Berjalan mantap tanpa beban

Aku sangat mengharapkan itu..
Satu pertanyaan terakhir…
Mayat Hidup, aku sudah tidak gila?
atau aku lebih gila?